TERBARU :
السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته# بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه التصوف الإسلامي هو مقام الإحسان الذي قال عنه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراكِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٍ تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْمِحَنِ وَالإِحَنِ وَالأَهْوَالِ وَالْبَلِيَّاتِ وَتُسَلِّمُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْفِتَنِ وَالأَسْقَامِ وَالآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْعُيُوبِ وَالسَّيِّئَاتِ وَالآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعَ الْخَطِيئَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ مَا نَطْلُبُهُ مِنَ الْحَاجَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ يَا رَبِّ يَا الله يَا مُجِيبَ الدَّعَوَاتِ.... " اهـ . [ من صلوات العارف الرباني الإمام الغوث الصمداني عبد القادر الجيلاني - رضي الله تعالى عنه، في كتاب " أفضل الصلوات على سيد السادات" للعارف الرباني القاضي يوسف النبهاني - رضي الله تعالى عنه و عـلـيـكـم الـســلام و رحـمـة الله تـعـالـى و بـركـاتـه

ARSIP BLOG

MENU UTAMA

KISAH KANG ANWAR

TASAWUF

MUNAJAT ILAHY

Tampilkan postingan dengan label BULAN SYAWAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULAN SYAWAL. Tampilkan semua postingan

MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H

05 Agustus 2013


Tidak terasa bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini akan meninggalkan kita, dan akan dipertemukan dalam momen kegembiraan, yaitu hari raya idul fitri 1434 H. Kalau kita artikan secara tekstual, bermakna "hari berbuka" atau "hari kembali kepada fitrah", fase kehidupan manusia yang dianggap suci, bersih dan terbebas dari segala dosa.

Bagi muslim yang diterima puasanya karena mampu menundukan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadhan dan mengoptimalkan ibadah dengan penuh keikhlasan, maka Idul Fitri adalah hari kemenangan sejati, dimana hari ini Allah Swt akan memberikan penghargaan teramat istimewa yang selalu dinanti-nanti oleh siapapun, termasuk para nabi dan orang-orang shaleh, yaitu ridha dan maghfirah-Nya, sebagai ganjaran atas amal baik yang telah dilakukannya. Allah Swt juga pernah berjanji, tak satupun kaum muslimin yang berdoa pada hari raya Idul Fitri, kecuali akan dikabulkan.

Pertanyaannya, kira-kira puasa kita diterima apa tidak? Atau yang kita lakukan ini hanya ritual-simbolik, sebatas menahan lapar dan haus, seperti yang pernah disinyalir Nabi Muhamad Saw? Jawabnya, Allahu ‘alam, kita tak tahu sejatinya. Tapi menurut para ulama, ada beberapa indikasi, seseorang dianggap berhasil dalam menjalankan ibadah puasa: ketika kualitas kesalehan individu dan sosialnya meningkat. Ketika jiwanya makin dipenuhi hawa keimanan. Ketika hatinya sanggup berempati dan peka atas penderitaan dan musibah saudaranya di ujung sana. Artinya penghayatan mendalam atas Ramadhan akan membawa efek fantastik, individu, maupun sosial.

Penghayatan dan pengamalan yang baik terhadap bulan ini akan mendorong kita untuk kembali kepada fitrah sejati sebagai makhluk sosial, yang selain punya hak, juga punya kewajiban, individu dan sosial.

Sudahkan kita merasakannya?

Itulah rahasia kenapa selamat hari raya Idul Fitri seringkali diakhiri dengan ucapan Minal ‘Âidîn wal Faizîn (Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali pada fitrah sejati manusia dan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat). Selain sebagai doa dan harapan, ucapan ini juga bak pengingat, bahwa puncak prestasi tertinggi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa paripurna, lahir dan bathin, adalah kembali kepada fitrahnya (suci tanpa dosa).

HAKIKAT IDUL FITRI

Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antarkeluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai `kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci` sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yang selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.
Idul Fitri berarti kembali pada naluri kemanusian yang murni, kembali pada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari seluruh praktik busuk yang bertentangan dengan jiwa manusia yang masih suci. Kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami. Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Adalah kesalahan besar apabila Idul Fitri dimaknai dengan `perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum` sehingga yang tadinya dilarang makan siang, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam., atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan. Kemudian, karena Ramadhan sudah usai maka kemaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan. Ringkasnya, kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang saleh musiman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrian dan nilai ketakwaan.

Syeikh Abdul Qadir al-Jailany dalam al-Gunyah-nya berpendapat, merayakan Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri ajang tasyakur, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Alah Swt. Momen mengasah kepekaan sosial kita. Ada pemandangan paradoks, betapa disaat kita berbahagia ini, saudara-saudara kita di tempat-tempat lain masih banyak menangis menahan lapar. Bersyukurlah kita!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. MINAL AIDIN WAL FA’IZIN Mohon maaf lahir dan batin.

SEPUTAR HARI RAYA IDUL FITRI

28 Agustus 2011



Tidak terasa sudah di penghujung ramadhan, 2 atau 3 hari Insya allah sudah hari raya idul fitri 1432 H, untuk menyambutnya kami kutipkan pembahasan seputar Hari Raya Idul Fitri.

Hari permulaan bulan Syawal (tanggal 1 Syawal) dan hari kesepuluh (tanggal 10) dari bulan Dzul Hijjah, disebut hari Id (hari raya), karena orang-orang mukmin dalam kedua hari itu kembali – dari taat kepada Allah Ta’ala. Yakni, orang-orang mukmin telah menunaikan dua kewajiban monumental berupa puasa Ramadhan dan pelaksanaan ibadah haji. –taat kepada Rasulullah saw yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

Hari raya pertama kali yang dilaksanakan oleh Rasulullah untuk menunaikan shalat Id adalah Idul Fitri, tepatnya pada tahun 2 Hijriyah, lalu beliau untuk selanjutnya tidak pernah meninggalkan adat-istiadat tersebut. Shalat Hari Raya adalah sunnah yang dikukuhkan (muakkadah).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, “hiasilah hari raya anda dengan membaca takbir”.

Nabi Muhammad saw bersabda, “barangsiapa yang membaca Subhaanallaah wa bi hamdihi pada hari raya sebanyak tiga ratus kali dan menghadiahkannya untuk orang-orang muslim yang telah mati, maka masuklah dalam setiap kubur seribu macam nur, dan Allah akan menjadikan kuburnya kelak kalau dia mati seribu nur”.

Dari Wahab bin Munabbih ra, “sesungguhnya iblis memekik histeris pada setiap hari raya, lalu anak buah iblis berkumpul mengerumuninya dan bertanya : Hai tuan kami, apakah yang menyebabkan kemarahan anda? Iblis berkata : sesungguhnya Allah swt benar-benar telah mengampuni ummat Muhammad saw pada hari ini. Maka kamu sekalian harus berusaha keras dengan segala macam kelezatan dan kesenangan nafsu”.

Wahab juga berkata, “sesungguhnya Allah swt telah menciptakan surga pada hari raya Idul Fitri, dan menanam pohon (syajarah) thuba jug apara hari raya Idul Fitri, memilih Jibril menurunkan wahyu, dan menerima tobat para tukang sihir Fir’aun juga pada hari raya Idul Fitri.

Nabi Muhammad saw bersabda, “barangsiapa yang berdiri pada malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan tulus ikhlas mengharap ridha Allah, maka hatinya tidak akan mati, pada hari ketika hati-hati sedang mati”.

Diceritakan, sesungguhnya Umar bin Khattab ra pernah melihat putranya memakai baju yang usang pada hari raya, lalu Umar menangis, sehingga putranya bertanya, “Apa yang membuat ayah menangis?”.Umar berkata, “Hai anakku, aku khawatir kalau hatimu menjadi susah di hari raya ini, ketika teman-temanmu melihatmu memakai baju usang itu”.

Putranya berkata, “sesungguhnya hanya hati orang yang kehilangan ridha Allah yang merasa bersedih atau orang yang berani kepada Ibu atau bapaknya. Dan sesungguhnya aku benar-benar mengharap ridha Allah berkat ridha ayah padaku”.

Umar kemudian mendekap putranya sambil menangis tersedu-sedu serta mendoakan anaknya mudah-mudahan Allah meridhainya.

Alangkah indahnya lantunan seorang penyair ini :

Mereka berkata, besok pagi hari raya, apa yang kau pakai?Aku menjawab, pakaian bekas.Kefakiran dan kesabaran adalah dua pakaian yang diantaranya terdapat hati yang melihat Rab-nya dalam hari raya dan hari Jum’at.Hari raya adalah suatu perkumpulan sedih kalau Engkau ya Allah lenyap dalam anganku,Dan hari raya menjadi sebuah pemandangan dan pendengaran kalau Engkau ya Allah bersamaku.

Ketika pagi hari raya Idul Fitri tiba, Allah mengutus para malaikat agar turun ke bumi. Mereka turun dan berdiri di pertigaan-pertigaan maupun persimpangan-persimpangan jalan, memanggil-manggil dengan suara yang dapat didengar makhluk-makhluk Allah, kecuali jin dan manusia. Mereka berkata, “Wahai Ummat Muhammad, keluarlah menuju panggilan Allah Yang Maha Pemurah. Dia akan menganugerahkan pemberian yang agung dan mengampuni dosa yang besar”.

Apabila para ummat Muhammad telah tiba pada tempat-tempat shalat hari raya-nya masing-masing, Allah berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, “apakah balasannya pekerja bila telah menyelesaikan pekerjaannya?”.Malaikat-malaikat itu pun berkata, “balasannya adalah dipenuhi upahnya”.Allah swt berfirman lagi, “Aku persaksikan kepada kalian (manusia), sesungguhnya Aku menjadikan dan memberikan pahala mereka dengan keridhaan dan ampunan-Ku”.

Sumber : Kitab Mukasyafatul Qulub




KUMPULAN SMS IDUL FITRI 1432 H

27 Agustus 2011



Ya Allah…
Alangkah cepatnya hari berganti, Sebelum kami sempat berkaca diri
Untuk membersihkan noda dan dosa kami, Yang melumuri diri dan hati kami
Ramadhan telah berlalu, berganti Idul Fitri

Ya Allah…
Kemenangan yang kami capai di hari Idul Fitri, Semoga tidak membuat kami menjadi lupa diri
Kesabaran, keikhlasan, dan kemurahan hati, Yang telah kami latih selama bulan suci
Semoga tetap tercermin dalam kepribadian kami

Ya Allah…
Di hari Idul Fitri ini, berilah kami keikhlasan, Untuk saling memberi kesempatan
Untuk saling mengungkapkan kejujuran, Untuk saling merenungkan kehidupan
Untuk saling berpelukan dan memaafkan

Ya Allah…
Hanya Engkau yang berkuasa dalam memberi, Ketentraman jiwa yang lelah dan membersihkan hati
Kami mohon ampunan untuk segala salah dan khilaf kami, Semoga tahun depan Engkau mempertemukan kami kembali
Dengan Bulan Suci Ramadhan tempat kami menempa diri

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
mohon Maaf Lahir & Batin


Bila ada janji tak setepat waktu sholat tiba
Bila ada serangkai kata dusta
Bila ada prasangka tak seindah serangkaian do’a
Bila aku teman,sahabat atau keluarga yang tak sebaik suara adzan bergemah
Bila ada kata lara yang masi membekas dihati
Bila hati tak sebening emun pagi
Bila wajah tak secerah mentari
Bila ada tingkah laku tak sebaik bacaan qur’an
Bersikan jiwa dan Sucikan hati
Di hari yang fitri ini
Tak ada kata yang baik dan bijaksana selain

“TAKOBALLAHU-MINA-WAMINKUM”
*MINAL AIDIN WAL-FA IZIN*
~KANG ANWAR SEKELUARGA~
#MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN#

MTV bilang, kalo mo minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg, kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg, org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg, org jujur ga perlu malu utk minta map
Jd krn mrs anak nongkrong yg jujur,
keren cakep n baek… ya gw ngucapin :
minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin

Hatiku tak sebening XL ato secerah MENTARI, banyak khilaf kubuat. FREN kupinta SIMPATImu. BEBASkan aku dengan maafmu, supaya aku merASa lega. M3t lebaran, mohon maaf lahir batin…

Pantun… sudah
Puisi… pernah
Lirik… susah
Prosa… ogah
Nelpon… tidak murah
Datang langsung… tidak tau rumah
Minta dikunjungi… terkesan tidak ramah
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Sebelum operator sibuk, sebelum terlambat ngucapinnya, toriq minta maaf yang sebesar2nya n sebanyak2nya kalo ada salah ucapan n perbuatan.
Minal Aidin wal Faidzin

With spirit of Holy Idul Fitri, lets open our heart 2 forgive all of d’mistake behind. Taqabbalallahu minna wa minkum…

Dengan segenap kerendahan hati..
Kusimpuhkan diri dan nurani..
Menanti lahirnya kembali..
Hari yang penuh fitri..
Taqabbalallahu minna wa minkum…

Kaki kandang salah langkah, bibir kadang salah ucap, hati kadang salah sangka, janji kadang terlupakan.
Di Idul Fitri ini mari kita hapus smua dosa.
Minal Aidin wal Faidzin..

Ramadhan kan kembali berlalu, meninggalkan kisah syahdu
Betapa masa kan tersia jika hati masih terbalut noda.
Mohon maaf atas segala salah
Taqabbalallahu minna wa minkum…taqobal ya karim…

Je voudrais dire aussi BON FETE IDUL FITRI 1431H.
J’espere que vous pouves excuser mes faux…
Minal Aidin wal Faidzin…Mohon pangampunten

Malam ini takbir sudah dikumandangkan. Suara kemenangan diteriakkan,
dan nafas silaturahmi dhembuskan…
seiring mentari menampakkan senyumnya,dihari yang fitiri ini dika ucapkan
MINAL AIDIN wal FAIDZIN…

Puasa Ramadhan bersihkan dosa kepada Tuhan, terhadap sesama dengan saling memaafkan.
Mohon maaf lahir&batin atas yang disengaja/tidak disengaja.
Kembalikan diri ke fitrah seperti bayi yang baru lahir.

Sains membawa kemajuan materi, agama membawa pencerahan hati.
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf bila pernah menyakiti.

Untuk semua tuturku, tindakanku, pikirku, dan segala hal yang membuat luka dalam ingatanmu, izinkan agus tulus sepenuh hati memintamaaf kepadamu.
Met ied fitri 1432H

Lebaran makan ketupat, ketupat dipotong jadi 4.
Bertemu kita tak sempat, kata maaf q kirim cepat.
Minal Aidin wal Faidzin..

Seiring gema takbir berkumandang & embun pagi 1 Syawal…bla..bla…2x ala…kelamaan!
Slamat Idul Fitri 1432H, mohon maaf lahir&batin.

Khilaf adalah bagian dari perjalanan hidup manusia tapi maaf adalah kata terindah yang terucap dengan ikhlas.
Minal Aidin wal Faidzin..

Terkadang lidah slalu salah berucap, telinga yg salah mendengar membuat hati salah menduga, yg diperlukan adalah keikhlasan utk saling memaafkan.
Met Idul Fitri..

Sempat terucap kata keji, seringkali hati merasa benci, pernah ada dosa yang menyesakan dada.
Di hari yang fitri i’m sorry…

Gema takbir berkumandang, Idul Fitri telah tiba, kata maafpun mulai terucap..
Dengan ketulusan dan kerendahan hati, Rendra ingin meminta maaf atas kesalahan baik yg disengaja atopun tdk sengaja…

Beli ketupat di Pasar Minggu, anak bandel janganlah ditiru.
Punya salah bukan hal baru, minta maaf g usah malu.
Taqobbalallahu Minna wa Minkum…

Terkadang tercipta dosa dalam tawa, terbesit luka dalam canda, terlintas keangkuhan dalam senyum..
Dari lubuk hati paling dalam: Minal Aidin wal Faidzin…

Meski tangan tak sempat berjabat&mata tak sempat bertatap, setidaknya hati kita masih berwujud…
Minal Aidin wal Faidzin…

Manusia bukanlah kertas putih tak bernoda, ada titik khilaf dimana emosi memasung nurani&logika.
Selamat Idul Fitri

Dari Ramadhan taun kemaren pek taun ni, aku pasti banyak buat kesalahn ma kmu.
APA KATA DUNIA kalo idul fitri g saling memaafkan…
Tolong maafkan kesalahanku ya….

SMS PANTUN BAHAS JAWA

Mlaku-mlaku ning Malioboro
Menawi sayah numpak becak luwih sekeca
Sugeng riyadi kagem panjenengan sedaya
Sagung kalepatan nyuwun diparingi pangapura

Gunung Merapi rupane biru
dicedaki dadi ijo wit-witan cemara
Menawi kula gadhah keliru
nyuwun agenging samudra pangapura

Numpak andhong ning Kotagedhe,
tuku ali-ali kagem eyang putri.
Bilih aku nduwe luput gedhe,
nyuwun kawelasan sampean ampuni.

Gunung Merapi, Gunung Merbabu,
tansah jejer kaya sedulur kembar
Aku sing wis tau nglaraake atimu
njaluk samudra pangapuramu kang jembar

Nagara tentrem amarga para satria pinandhita,
bengi shalat tahajud, awan sregep makarya.
Sugeng riyadi, sedaya kalepatan kula nyuwun pangapura
Latihan pasa sewulan mugi kita dados manungsa takwa

Srengenge Idul Fitri anggawa pangarep-arep,
silaturahim kanggo lantaran rumakete ati.
Kita sedaya caos pangapura kanthi mantep
nglaleake kalepatan liyan gawe tentreme ati

Ning gunung ketur tuku bolah,
kanggo ndodomi sajadahe simbah
Dudu salahmu sing gawe susah,
nafsu amarahku sing gawe bubrah.

Menek wit pelem ora kudu ahli,
jalaran duwure ranganti rong meter
Sugeng riyadi Idul Fitri,
donga-dinonga kita satya ning dalan bener

Udan-udan ngeyup ngisor wit gedhang,
wegah sangu payung amarga ngrepoti
Pangapura sampeyan kulo gadang-gadang
kita raketke pasederekan ing dina riyadi.

Bayi lahir mestine nangis,
gawe gila nek ngguyu mringis.
Lebaran sungkem wongtuwo ojo lali
kang ngrumat awakmu wiwit bayi

Gulu banyak dowi banget,
dianggo nyosor sikile cah nakal.
Salahku marang awakmu akeh banget
dina riyadi nyuwun salahku diparingi halal

Gudheg Wijilan kondang ning Jakarta
Gudheg areh rasane enak tenan
Kula caos sugeng hari raya
Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan

Pitik kate rupane putih
Pitik alas rupane coklat
Idul Fitri ati manungsa bali putih
hawa-nafsu dikendali kanthi tobat

Pinggir ratan Imogiri dodol kupat lebaran,
mbiyen Pakdhe sing ngajari gawe nam-naman
Lebaran kesempatan golek tambahan
ora kudu ngentekke duwit celengan

Kulak klambi ning Beringharjo
kanggo di sade meneh ning ndesa
Lebaran kula tambah pametu artha
amarga warung akeh sing blanja

Gunung Imogiri papan rekreasi
sade selendang mbok menawa payu
Lebaran sedaya lepat nyuwun diampuni
mugi-mugi kita sedaya tansah rahayu

Dudu sanak dudu kadang
nek kepentung prayoga dicaosi pitulung
Lebaran kula sowan eyang
dosa kalangkung nyuwun diparingi ampun

Mbok Setro bakul tempe
gawe sehat wong sak erte
marga tempe akeh proteine
Lebaran ora kudu ganti hape
sing penting kendali diri ora nggape
hawa-nafsu sing nggugu karepe dewe

Gundul-gundul pacul maculi kalen
ngresiki sampah ben ora mbunteti ilen
Gawe bludrek menawi luputku di simpen,
langkung sekeca menawi kersa maringi pangapunten

Ing dina fitri punika
sampun lepas mantol kula
sampun mengkup payung kula
sampun ndaplang tangan kula
siap klebus diudani pangapura
saking ati andika ingkang sajembar samudra

sudi haparing hapunten sedaya kaluputan kula
Tan kena udan pangapura andika reda
sakdurunge nglunturake sakabehe dosa
Tan kena srengenge ngetokke sinarira
sakdurunge luput kula klentir ing banjir pangapura.

Macan tutul ngoyak menjangan,
pratanda hukum keseimbangan alam,
cacah menjangan disuda ben ora rebutan pangan.
Dina lebaran kula nyuwun kawelasan,

panjenengan ingkang kagungan ati jembar kaya lapangan,
sudi maringi kula pangapura tumrap sadaya kalepatan.

Naliko burung hantu pada dipulut,
tikus-tikus merajalela marga ora ana sing nyaut.
Dina lebaran kawula nyuwun hapus sedaya luput,
sakwise pasa mugi-mugi amalan kita mboten surut.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431

07 September 2010

KUMPULAN KARTU LEBARAN, UCAPAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431H,
Tinggal beberapa hari lagi lebaran dah tiba, untuk menyambutnya kami hanya bisa menyebarkan berbagai macam dan bentuk kartu lebaran dalam format animasi GIF.













ASAL-USUL LEBARAN KETUPAT

30 September 2009


Ketupat identik sebagai hidangan spesial Lebaran, diperkirakan tradisi ini berasal dari saat Islam masuk ke tanah Jawa. Masyarakat Jawa mempercayai Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan ketupat.

Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti “mengakui kesalahan”. Sehingga dengan ketupat sesama muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.

Tradisi lebaran ketupat yang diselenggarakan pada hari ke tujuh bulan syawal juga merupakan tradisi khas Indonesia yang biasa disebut sebagai “hari raya kecil” setelah melakukan puasa syawal selama 6 hari atau puasa kecil dibandingkan dengan Idul Fitri yang didahului puasa Ramadhan selama 1 bulan..

Sesuai dengan sunnah nabi, setelah memperingati Idul Fitri, umat Islam disunnahkan puasa selama 6 hari, yang bagi umat Islam di Indonesia kemudian diperingati sebagai bakda kupat.

Di daerah pedesaan, ketupat masih dibuat sendiri oleh tangan-tangan terampil para ibu dan gadis, namun di daerah perkotaan yang sudah sulit untuk memperoleh janur atau daun kelapa yang masih muda, ketrampilan ini sudah hilang dan masyarakat lebih suka membeli selongsong ketupat di pasar atau bahkan membeli dalam bentuk ketupat yang sudah masak. Lalu ketupat tersebut diantarkan kepada sanak saudara sebagai lambang permohonan maaf dan silaturrahmi.

Banyak makna filosofis yang dikandung dalam makanan ketupat ini. Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer”, yang bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.

Sebagian masyarakat juga memaknai rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia sedangkan warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah hari raya.

Pada masa lalu, terdapat tradisi unik yang berbau mistis, namun kini sudah jarang ditemukan. Ketupat juga dianggap sebagai penolak bala, yaitu dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah, biasanya bersama pisang, dalam jangka waktu berhari-hari, bahkan berulan-bulan sampai kering.

Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut dengan santen yang mempunya makna “pangapunten” alias memohon maaf.

Saking dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipake pada kata-kata ucapan Idul Fitri:

Mangan kupat nganggo santen.
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.
(Makan ketupat pakai santan.
Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)

Ketupat sendiri telah berkembang akibat kreatifitas kuliner di beberapa daerah. Beberapa jenis ketupat yang ada saat ini diantaranya adalah.

1. Ketupek Katan Kapau
Katupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.

2. Ketupat Glabed
Ada lagi sajian rakyat lain di Tegal yang sangat populer, yaitu Kupat Glabed. Kali ini bukan ketupat dari desa Glabed. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!

Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.

3. Ketupat Betawi (Bebanci)
Masakan paling khas dan unik yang dimiliki masyarakat Betawi adalah ketupat bebanci. Sesuai dengan namanya, ketupat bebanci adalah masakan dengan unsur utama ketupat. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah. Sayangnya saat ini sudah sangat sulit menemukan penjual ketupat ini.

4. Ketupat Blegong (Tegal)
Kupat Blengong (Kupat Glabed dengan daging Blengong, Blengong=Keturunan hasil perkawinan Bebek dan Angsa)

5. Ketupat Bongko (Tegal)
Kupat Bongko adalah Ketupat dengan sayur tempe yang telah diasamkan.

6. Ketupat cabuk rambak (Solo).
Cabuk rambak adalah ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut karak.

7 Ketupat/lontong Sayur
Lontong Sayur. Biasanya Lontong sayur itu artinya santan kental yang gurih, tapi kalo mau sehat (baca: engga mau makan santan) dikasih soun, telur rebus dan ditaburi bawang goreng.

Sumber dari : NU ONLINE

PUASA DI BULAN SYAWAL

24 September 2009


Bulan Ramadhan telah usai, maka berbondong-bondong pula kaum muslimin (sebagian besar dari mereka) mengerjakan amalan sunnah yang mengiringi setelahnya yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Ada yang mengerjakannya langsung setelah Hari Raya ‘Idul Fitri (terlepas dia telah sempurna menunaikan puasa Ramadhan ataupun tidak), ada yang puasa selang-seling, ada yang “bayar hutang” dulu dan lain-lain. Bagaimana sebenarnya tata cara pelaksanaan puasa syawal ini?
Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca semua !


PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL

Pendapat yang menyatakan bid’ah atau haditsnya lemah, merupakan pendapat yang bathil.1 Imam Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad menyatakan istihbab (disukai / disunnahkan) pelaksanaannya.2

Adapun Imam Malik, beliau menilainya makruh. Agar orang tidak memandangnya wajib. Lantaran kedekatan jaraknya dengan Ramadhan. Namun alasan ini sangat lemah, bertentangan dengan sunnah shahihah.

Alasan yang diketengahkan ini tidak tepat, jika dihadapkan pada pengkajian dan penelitian dalil, yang akan menyimpulkan pendapat tersebut lemah. Alasan terbaik untuk mendudukkan yang menjadi penyebab sehingga beliau berpendapat demikian, yaitu apa yang dikatakan oleh Abu ‘Umar Ibnu ‘Abdil Barr, seorang ulama yang tergolong muhaqqiq (peneliti) dalam madzhab Malikiyah dan pensyarah kitab Muwatha’.

Abu ‘Umar Ibnu ‘Abdil Barr berkata,

Sesungguhnya hadits ini belum sampai kepada Malik. Andai telah sampai, niscaya beliau akan berpendapat dengannya.

Beliau mengatakan dalam Iqna’, disunnahkan berpuasa enam hari di bulan syawal, meskipun dilaksanakan dengan terpisah-pisah. Keutamaan tidak akan diraih bila berpuasa di selain bulan Syawal. Seseorang yang berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah berpuasa Ramadhan, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh. Penjelasannya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Bulan Ramadhan laksana sepuluh bulan. Sementara enam hari bagai dua bulan. Maka hitungannya menjadi setahun penuh. Sehingga dapat diraih pahala ibadah setahun penuh tanpa kesulitan, sebagai kemurahan dari Allah dan kenikmatan bagi para hamba-Nya.

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

Barangsiapa berpuasa Ramadhan, satu bulan seperti sepuluh bulan dan berpuasa enam hari setelah hari Idul Fithri, maka itu merupakan kesempurnaan puasa setahun penuh.3

CARA PELAKSANAANNYA

Syaikh Abdul Aziz bin Baz, di dalam Majmu’ Fatawa wal Maqalat Mutanawwi’ah (15/391) menyatakan, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki dasar dari Rasulullah. Pelaksanaannya boleh dengan berurutan ataupun terpisah-pisah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pelaksanaannya secara mutlak, dan tidak menyebutkan caranya dilakukan dengan berurutan atau terpisah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti puasa satu tahun.4

Beliau (Syaikh Abdul Aziz bin Baz) juga berpendapat, seluruh bulan Syawal merupakan waktu untuk puasa enam hari.
Terdapat riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya enam hari dari bulan Syawwal, maka ia seperti puasa satu tahun.5

Hari pelaksanaannya tidak tertentu, asalkan dalam bulan Syawal. Seorang mu’min boleh memilih kapan saja mau melakukannya, baik di awal bulan, pertengahan bulan atau di akhir bulan. Jika mau, boleh melakukannya secara terpisah atau beriringan. Jadi, perkara ini fleksibel, alhamdulillah. Jika menyegerakan dan melakukannya secara berurutan di awal bulan, maka itu lebih afdhal. Sebab menunjukkan bersegera melakukan kebaikan.6 Para ulama’ menganjurkan (istihbab) pelaksanaan puasa enam hari dikerjakan setelah langsung hari ‘Idhul Fithri. Tujuannya, sebagai cerminan menyegerakan dalam melaksanakan kebaikan. Ini untuk menunjukkan bukti kecintaan kepada Allah, sebagai bukti tidak ada kebosanan beribadah berpuasa pada dirinya, untuk menghindari faktor-faktor yang bisa menghalanginya berpuasa, jika ditunda-tunda.

Syaikh ‘Abdul Qadir bin Syaibah al-Hamd menjelaskan,

Dalam hadits ini,7 tidak ada nash (dalil) yang menyebutkan pelaksanaannya secara berurutan atau terpisah-pisah. Begitu pula, tidak ada nash yang menyatakan pelaksanaannya langsung setelah hari raya ‘Idhul Fithri.

Berdasarkan hal ini, siapa saja yang melakukan puasa tersebut setelah hari raya ‘Idhul Fithri secara langsung atau sebelum akhir Syawal, baik melaksanakan dengan beriringan atau terpisah-pisah, maka diharapkan ia mendapatkan apa yang dijanjikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebab, itu semua menunjukkan ia telah berpuasa enam hari pada bulan Syawal setelah puasa bulan Ramadhan. Apalagi, terdapat kata sambung berbentuk tsumma, yang menunjukkan arti tarakhi (bisa dengan ditunda).8

Demikian penjelasan singkat mengenai cara berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa bulan Ramadhan. Mudah-mudahan dapat memotivasi diri kita, untuk selalu mencintai sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tidak lain akan mendekatkan kita kepada Allah. Wallahu a’lam bish-shawab.
Bagaimana Jika Masih Menanggung Puasa Ramadhan?

Para ulama’ berselisih pendapat dalam masalah, apakah boleh mendahulukan puasa sunnah (termasuk puasa enam hari di bulan Syawal) sebelum melakukan puasa qadha Ramadhan9.

Imam Abu Hanifah, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Ahmad, berpendapat bolehnya melakukan itu. Mereka mengqiyaskannya (menganalogikannya) dengan shalat tathawwu’ (sunnah) sebelum pelaksanaan shalat fardhu.

Adapun pendapat yang masyhur dalam madzhab Imam Ahmad, diharamkannya mengerjakan puasa sunnah dan tidak sah, selama masih mempunyai tanggungan puasa wajib.

Syaikh Bin Baz menetapkan, berdasarkan aturan syari’at (masyru’) mendahulukan puasa qadha’ Ramadhan terlebih dahulu, ketimbang puasa enam hari dan puasa sunnah lainnya. Hal ini merujuk kepada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti puasa satu tahun.

Barangsiapa mengutamakan puasa enam hari daripada berpuasa qadha, berarti belum mengiringkannya dengan puasa Ramadhan. Ia hanya mengiringkannya dengan sebagian puasa di bulan Ramadhan. Mengqadha puasa hukumnya wajib, sedangkan puasa enam hari hukumnya sunat. Perkara yang wajib lebih utama untuk diperhatikan terlebih dahulu.10 Pendapat ini pun beliau tegaskan, saat ada seorang wanita yang mengalami nifas pada bulan Ramadhan dan mempunyai tekad yang kuat untuk berpuasa pada bulan Syawal. Beliau tetap berpendapat, menurut aturan syari’at, hendaknya Anda memulai dengan puasa qadha terlebih dahulu. Sebab, dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan puasa enam hari (Syawal) usai melakukan puasa Ramadhan. Jadi perkara wajib lebih diutamakan dari perkara sunnah.11

Sementara itu Abu Malik, penulis kitab Shahih Fiqhis Sunnah berpendapat, masih memungkinkan bolehnya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, meskipun masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan. Dasar argumentasi yang digunakan yaitu kandungan hadits Tsauban di atas yang bersifat mutlak.12

Wallahu a’lam.

Catatan Kaki
1Majmu’ Fatawa, Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz, 15/389. …2Taudhihul Ahkam, 3/533. …3Hadits shahih, riwayat Ahmad (5/280), An-Nasaa-i (2860), dan Ibnu Majah (1715). Lihat pula Shahih Fiqhis Sunnah, 2/134. …4HR. Muslim dalam Ash-Shiyam, bab Istihbabish-Shaumi Sittati Ayyam min Syawwal, 1164. …5Ibid. …6Majmu’ Fatawa wal Maqalat Mutanawwi’ah 15/390. …7yaitu hadits tentang puasa enam hari pada bulan Syawal. …8Fiqhul Islam, 3/232. ...9maksudnya, mengganti puasa Ramadhan yang tidak ia kerjakan di dalam bulan Ramadhan. -red. vbaitullah. …10Ibid. …11Ibid. …12Shahih Fiqhis Sunnah, 2/134.

PERKIRAAN 1 SYAWAL 1430 H.

14 September 2009

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September.

"Kemungkinan sama itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat," kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim, Sholeh Hayat, di Surabaya, Senin (14/9).

Namun, katanya, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal di 9 lokasi, karena Nabi Muhammad memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau bulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).


"Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali," katanya.

Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat.

"Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat," katanya.

Padahal, katanya, hasil hisab tahun ini menunjukkan bahwa ijtimak (pertemuan rembulan dan bumi dalam satu garis untuk menandai awal kalender) terkait akhir Ramadhan terjadi pada hari ke-30 puasa atau 20 September.

"Saat ijtimak itu, tinggi hilal pada hari Sabtu (19 September 2009) setelah ghurub (matahari terbenam) antara 5-8 derajat, sehingga sudah masuk kategori imkanur rukyat," katanya.

Karena itu, katanya, PWNU Jatim memperkirakan Hari Raya Idul Fitri akan bersamaan waktunya antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah.

Ia menambahkan 9 lokasi rukyat PWNU Jatim antara lain Pantai Serang (Blitar), Bukit Condro (Gresik), Tanjungkodok (Lamongan), Pantai Ambet (Pamekasan), Pantai Nambangan (Kenjeran, Surabaya), dan Pantai Gebang (Bangkalan).

sumber diambil dari : situs resmi PBNU
http://www.nu.or.id/page.php

TIPS KANG ANWAR

Loading...
Sponsored By :Kang Anwar.

LANGGANAN

Posting Terbaru

GRATIS UPDATE BERITA, silahkan Berlangganan !

Kang Anwar Selalu update setiap waktu Untuk berlangganan via email, kirimkan email anda di sini

Email Anda:

Powered by Feed My Inbox

KAJIAN KANG ANWAR

 

© Copyright Media Kang Anwar 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.