TERBARU :
السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته# بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه التصوف الإسلامي هو مقام الإحسان الذي قال عنه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراكِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٍ تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْمِحَنِ وَالإِحَنِ وَالأَهْوَالِ وَالْبَلِيَّاتِ وَتُسَلِّمُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْفِتَنِ وَالأَسْقَامِ وَالآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْعُيُوبِ وَالسَّيِّئَاتِ وَالآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعَ الْخَطِيئَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ مَا نَطْلُبُهُ مِنَ الْحَاجَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ يَا رَبِّ يَا الله يَا مُجِيبَ الدَّعَوَاتِ.... " اهـ . [ من صلوات العارف الرباني الإمام الغوث الصمداني عبد القادر الجيلاني - رضي الله تعالى عنه، في كتاب " أفضل الصلوات على سيد السادات" للعارف الرباني القاضي يوسف النبهاني - رضي الله تعالى عنه و عـلـيـكـم الـســلام و رحـمـة الله تـعـالـى و بـركـاتـه

ARSIP BLOG

MENU UTAMA

KISAH KANG ANWAR

TASAWUF

MUNAJAT ILAHY

Tampilkan postingan dengan label KAFE SUFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAFE SUFI. Tampilkan semua postingan

MENIKMATI DISCO DI CAFE SUFI

07 November 2010


MENIKMATI DISCO DI CAFE SUFI
Simponi musik Kafe Sufi terus berirama, disertai dengan lampu-lampu diskotik surgawi. Mereka yang hendak memasuki Kafe Sufi, pasti mendengarkan alunan merdunya suara qalbu, dengan hembusan tiupan ruh yang indahnya tiada tara. Lalu para pengkafe biasanya Mabuk Cinta, badannya bergerak tiada terasa, bukan sengaja digerakkan, karena seluruh iramanya adalah harmoni dalam paduan Af’al, Asm’a dan SifatNya.

Sembari menikmati menu-menu suci yang tersedia, ada cahaya lampu yang memantul dari dalam Qalbu mereka, hingga qalbu itu bagai pelita. Anggota badan mereka tunduk bagai terikat kuat, lisannya sibuk membaca Al-Qur’an, romannya menguning karena ketakutan akan jauh dari Allah swt, dan jiwanya tercurah bagi khidman pada Ar-Rahman, hatinya terpancari cahaya iman, jiwanya sibuk mencari, ruhnya sibuk mendekat Tuhan. Sedang pada ucapannya ada sifat menunjukkan kepada Ketuhanan Allah swt, pada tiang-tiang dirinya penuh kelanggengan khidmat, dan pada jiwanya ada pengaruh kehambaan, dalam hatinya ada kharisma Fardaniyah, dalam rahasia batinnya ada hasrat membubung ke Uluhiyah, sedang dalam ruhnya ada keterpesonaan pada Wahdaniyah. Oh….. amboi eloknya diskotik ini….

Ketika musik berdentang berirama Dzikrullah, bibir-bibir mereka senantiasa tersenyum kepadaNya. Mata mereka senantiasa memancar kepadaNya. Qalbu-qalbu mereka terus bergelayut kepada Allah swt, hasrat mereka sinambung kepadaNya, rahasia batin mereka terus menerus memandangNya. Mereka melemparkan dosa-dosa mereka ke samudera taubat, dan mereka menghamburkan kepatuhannya ke samudera anugerah. Mereka buang gerak gerik batinnya ke lautan Keagungan. Dan kehendak mereka terlempar ke lautan sucinya jiwa, bahkan hasrat mereka adalah samudera mahabbah. Ohhh…betapa indahnya…

Di medan pengabdian kepadaNya mereka berlalu lalang. Di bawah payung kemuliaan, mereka saling merenda keindahan. Dan di taman rahmatNya mereka merambat, lalu mereka mencium aroma anugerah yang wangi.
Entahlah, diskotik macam apa ini? Tak terbayangkan…..

Ketika musik sudah usai berbunyi. Tinggallah rasa indah yang terpancar, tertanam kuat, terkesan tak hilang. Tiba-tiba sunyi. Lalu mereka itu memandang dunia dengan mata perenungan, memadang akhirat dengan mata penantian, memandang nafsunya dengan mata hina, memandang taatnya dengan mata penuh kekurangan, bukan dengan mata merasa amal. Mereka memandang ampunan dengan mata kebutuhan, memandang ma’rifat dengan mata kegembiraan, memandang Yang Dima’rifati swt, dengan mata kebanggan. Mereka melemparkan nafsunya dalam negeri cobaan, dan melemparkan ruhnya ke negeri akhirat kemudian,qalbu-qalbu mereka menuju keluhuran dan rahasia batin mereka menuju Allah swt.

Subhanallaah….!
by. kanganwar.blogspot.com

Penyegar PANAS DALAM

21 Oktober 2010


Menu Kafe Sufi kali ini menyajikan RAMUAN PENYEGAR PANAS DALAM.
Dalam cuaca yang tidak menentu seperti ini, sering dan banyak orang merasakan sakit panas dalam, batuk dan flu.

Tapi lebih seru lagi jika yang batuk, flu dan panas, adalah hati kita. Nah, untuk menyejukkannya dan meredakan flu dan batuk pilek jiwa kita, ada sejumlah racikan menu untuk dijadikan minuman penyegar ruhani.

Siapkan sejumlah buah-buahan dari pohon syukur yang tumbuh di tanah ridho, yang akarnya menancap di bumi yaqin. Coba ambil selembar daun kesabaran, ditambah dengan gula pemanis dari tebu qona’ah.

Irislah dengan pisau tafakkur dan kemudian dicuci dengan air istighfar beberapa kali. Setelah itu dimasukkan dalam tempat pembuatan jus dari kelapangan jiwa, dan segera diminum dengan genggaman tangan harapan kepada Rahmat dan Ridho Allah Ta’ala. Insya Allah “Panas Dalam” reda.

Selamat mencoba dan menikmati dengan istiqomah, Insya Allah jiwa dan hati tetep segar dan sehati. amin

NASI PECEL ORGANIK

06 Oktober 2010



Sebagai warga kota kediri, menu nasi pecel sangatlah tidak asing. hampir setiap jalan, kanan kiri selalu ada penjual nasi pecel, karena dari berbagai kalangan dan status sosial, masyarakat kota kediri khususnya selalu menggemari menu favorit ini. Semenatara makanan organik sudah begitu langka di negeri subur makmur loh jinawi di negeri ini. Sayur mayur sudah penuh dengan pestisida, sehingga malah tidak menyehatkan. Kafe Sufi menyediakan menu special tradisional, Pecel Organik.


Pecel ini, terdiri dari beberapa campuran bumbu sambel yang nyamleng:
Cabe merah dari semangat mencintai Allah dan RasulNya.

Komposisi sambel pecel istimewa ini adalah :

1. Kacang tanah yang ditanam dari bumi yaqin.
2. Bawang putih dari ladang amal.
3. Garam istighfar
4. Gula sholawat Nabi
5. Ditumbuk dengan Tahlil atau Kalimah Thoyyibah.
6. Lalu dituangkan dalam wadah-wadah doa yang dicampur dengan air taubat.

Nasi yang dimasak dari beras Organik Ruhani, karena tidak terkontaminasi oleh pupuk kimia nafsu maupun hama syetan. Di tanah Yaqin, padinya ditanam, dan ketika menua isinya semakin khusyu’ dan tawadhu’.

Kemudian sayurnya terdiri dari daun-daun yang dibersihkan dengan maa’ut taubah (air tobat), walau pun ia tumbuh dari biji-biji iman dari dalam hati. Ia tumbuh di ladang yang disinari matahari kaum ‘arifun. Tentu Pecel Organik ini disajikan di atas lembar daun kemuliaanNya.

Jangan lupa, ketika makan, setiap suapan yang masuk di bibir rindumu, ikuti dengan menyebut NamaNya, dengan Basmalah, Insya Allah akan semakin tambah Barokah dan menyehatkan jiwa - raga, lahir batin, rohani dan jasmani.

Silahkan selamat mencoba...............

KUE PENJAGA CINTA

05 Oktober 2010


Kue ini bukan untuk dipandang, walau begitu indah dan nikmat, dan rasanya gurih bagi dada kita. Kue ini diperuntukkan khusus bagi yang ingin merawat, menjaga dan menyuburkan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena di kota-kota besar, rasa cinta kepada Allah dan rasulNya sudah mulai sirna, tinggal symbol dan lambang, bahkan tinggal ritualnya belaka, tanpa esensinya.

Menjaga cinta adalah wajib, jangan sampai Allah Swt cemburu karena hati anda beralih ke lain-Nya. Maka jagalah cinta itu, agar kisah kasih anda terajut mesra bersama-Nya.Bahan-bahan adonan kue ini terdiri dari tepung taubat yang sudah dihaluskan oleh harapan akan ampunan dan ridho-Nya.


Berilah beberapa butir telur yang keluar dari ayam kampung yang telah bertahun-tahun khalwat. Sehingga telornya adalah mutiara-mutiara.
Aduk dengan gula merah yang digiling oleh syukur dan hamdalah.
Beri sejumput garam Istighfar dan manisan sholawat Nabi.
Campur dengan aroma dari indahnya dzikrullah dan manisnya Tahajjud.
Lalu aduk dengan pengaduk istiqomah secara konsisten.
Taburi dengan sejumlah hiasan ilmu yang berwarna warni indah.
Lalu panggang di atas tungku kerinduan, dengan oven kesabaran.
Lihatlah dibalik semua proses itu ada Af’al, Asma dan sifatNya.
Bayangkan, betapa indahdan nikmatnya kue ini.

Sumber dari Sufinews.com

JUS BUAH

10 Juli 2010



Juss ini istemewa karena dibuat dari buah-buah Pohon Ma’rifat, yang tumbuh di bumi yaqin dan ditanam dari biji Iman.

Siapkan tiga buah sekaligus. Buah Raja’ (harapan terhadap rahmat Allah), buah Khauf (rasa takut kepadaNya), dan buah Tafakkur. Silakan dikupas dengan pisau dari ketajaman akal sehat dan masukkan dalam tempat Juss kesadaran. Akan sangat nikmat jika ditambah sedikit garam taubat.

Mulailah megejuss dengan jiwa yang bijak dan hati yang lembut, karena seluruh suara, seluruh isi, dan seluruh gerak dalam alat pengejuss, semuanya membunyikan Asma Allah Ta’ala. Lalu sajikan dengan rasa hormat atas keagunganNya, dan hati yang tawadhu’ penuh dengan ‘ubudiyah.
Minumlah Juss buah jiwa ini dengan hati yang bergantung pada RububiyahNya, karena inilah minumah yang diwujudkan dari Ubudiyah kita.

Silakan coba!

MENU KEIKHLASHAN



Mau menghidangkan menu utama Keikhlasan? Wah, resepnya mudah, tapi menyiapkannnya, memasaknya, apalagi memakannya, serasa agak berat. Tapi usai meminum dan makan sajian menu Keikhlasan ini, seluruh tubuh dan jiwa serasa segar dan sehatnya bukan main. Awalnya seperti merasa akan minum jamu yang pahit, tapi begitu sampai di tenggorokan, lapar dan dahaga ruhani semakin memuncak.

Untuk menyiapkan menu ini, perlu dua persiapan:

Persiapan pertama, membuang hal-hal yang mebuat sajian keikhlasan ini rusak dan tidak bisa disajikan sama sekali. Hal-hal yang perlu dibuang, antara lain:
- Buanglah bumbu-bumbu yang merangsang otak dan hati kita mengingat-ingat amal baik dan ibadah kita.
- Buanglah kulit-kulit bumbu yang memicu kita untuk minta ganti rugi kepada Allah Ta’ala.
- Buanglah rasa puas terhadap amal ibadah kita.



Untuk memulai meracik bumbunya:
- Menghadapkan ke depan, lihatlah siapa di hadapanmu….Allah Ta’ala.
- Lihatlah dirimu darimana, kemana, dengan siapa, bersama siapa, beserta siapa, dalam apa, bagi siapa, dan bersandar pada siapa?
- Mulailah menyiapkan menunya dengan pilihan-pilihan dariNya….
- Sajikan nantinya di atas meja hamparan KeindahanNya…
- Siapkan kursi-kursi tawakkal, kursi Tafwidh dan kursi Istislam kepadaNya…
Wallahu A’lam, apakah yang akan memakannya, menikmati menunya, nanti kalangan Mukhlisihin, atau kalangan Mukhlashin. Wallahu A’lam. Yang jelas, Ikhlas itu biji rahasiaNya yang ditanamkan dalam rahasia batin hambaNya, yang dicintaiNya.

TIPS KANG ANWAR

Loading...
Sponsored By :Kang Anwar.

LANGGANAN

Posting Terbaru

GRATIS UPDATE BERITA, silahkan Berlangganan !

Kang Anwar Selalu update setiap waktu Untuk berlangganan via email, kirimkan email anda di sini

Email Anda:

Powered by Feed My Inbox

KAJIAN KANG ANWAR

 

© Copyright Media Kang Anwar 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.